Harga Discount

Untuk mendapatkan harga DISKON spesial & layanan pesan antar GRATIS, hubungi kami (021) 9833 0857; (021) 27459400; 08158793215

www.saung.amanah.com
www.sarungpekalongan.blogspot.com
email : saung.amanah@yahoo.com



Tampilkan postingan dengan label Buku Manhaj Ahlus Sunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku Manhaj Ahlus Sunnah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 Mei 2012

Jangan Takut Menatap Masa Depan

Jangan Takut Menatap Masa Depan 
Bagaimana Mengumpulkan Percaya Diri yang Hilang 

Penulis : Abdul Aziz Abdullah al-Husaini 
Penerbit : Pustaka At Tazkia 
Ukuran : 12 x 17.5 Cm. (238 hlm.) 

Salah satu karakter yang membedakan manusia dari makhluk lainnya adalah kemampuannya berpikir tentang masa depan. Bagi seorang Muslim, masa depan sejati adalah di akhirat kelak. Dunia hanyalah ‘masa depan antara’ yang mengantarkan ke surga. Dan, langkah pertama menuju sebuah cita besar adalah memikirkannya. Kata sebuah ujaran, “Jika Anda berpikir bisa, maka Anda bisa!” 
Nyatanya, bayang kekhawatiran dan ketidakpastian kadang datang menyergap. Putus asa merundung. Semangat menciut. Lelah bergetah. Banyak faktor yang melatari. Mulai dari minim memahami sunnatullah, kurang upaya, hingga miskin doa dan tawakal. 
Buku ini mencoba membedah ragam penyebab mengapa orang takut menghadapi masa depan. Penulis mencoba menganalisa akar kegagalan seraya menghimpun nasihat kesuksesan, menyentuh sisi terdalam dari pernak-pernik motivasi manusia, lalu mengajak hati Anda berdialog secara bijak dengan realitas kehidupan. 
Untuk Anda, rekan dan keluarga, buku Jangan Takut Menatap Masa Depan ini renyah dan penting dibaca. 


Harga Rp. 19.000,-
Berat 175 gram

Rabu, 25 Januari 2012

CANDA NABI DAN ORANG-ORANG SHALIH

CANDA NABI DAN ORANG-ORANG SHALIH

Penulis : As-Sayyid bin Ahmad Hamudah
Penerbit : Pustaka Imam Syafii
Ukuran : 14.5 X 20.5 cm
Tebal : XXVI + 132 hal

"Canda ibarat garam dalam makanan. Meskipun terkesan kecil, tetapi kehadirannya begitu berarti untuk menyempurnakan kehidupan selama dihadirkan secara tepat. Karenanya, canda seorang Muslim harus terpuji, tidak mengandung dosa, dan tidak menyebabkan terputusnya silaturahim."
Hidup terasa hambar dan datar tanpa adanya humor dan canda. Sebagai pelengkap interaksi sosial, kehadiran canda akan seperti garam dalam masakan; harus dibubuhkan secara proporsional. Sejatinya canda mampu menjadi instrumen pengokoh persahabatan, penghibur kedukaan, dan hal-hal positif lainnya. Lebih dari itu, canda seorang Muslim harus bernilai ibadah di sisi Allah Ta`ala. Karenanya, canda harus sesuai dengan syari`at Islam, serta harus dilakukan dalam kadar kuantitas, kualitas, dan penyajian tertentu sehingga menjadi penyedap kehidupan.
Buku Canda Nabi ini hadir untuk menyempurnakan sekaligus mengafdhalkan canda-canda kita. Pemaparannya yang lugas akan menyadarkan kita bahwa canda di dalam Islam tidak selalu identik dengan tawa dan jenaka, apalagi berbumbu dusta, tetapi juga tersemat kearifan, kebenaran, dan kebijaksanaan. Bahasan demi bahasannya akan membimbing kita kepada konsep canda yang bernilai ibadah di sisi-Nya. Isinya pun dilengkapi dengan penjelasan konsep canda di dalam Islam, jenis-jenis canda, kaidah-kaidah dalam bercanda, serta potret canda Nabi shallallaahu `alaihi wasallam, Sahabat, dan imam-imam Ahlus Sunnah wal Jama`ah dahulu hingga sekarang. Tertuang pula fatwa-fatwa terkait sebagian canda yang umum dilakukan dan pemaparan hadits-hadits dha`if seputar canda yang dinisbatkan kepada baginda Rasulullah shallallaahu `alaihi wasallam.
Dengan membaca buku Canda Nabi ini, kita akan memahami canda secara komprehensif. Sehingga kita dapat memilih mana canda yang proporsional, mana canda yang harus ditinggalkan, dan mana canda yang pantas diucapkan.
Selamat membaca buku Canda Nabi


Harga Rp. 25.000,-
Berat 190 gram

Senin, 23 Januari 2012

MANHAJ AQIDAH IMAM ASY-SYAFII

MANHAJ AQIDAH IMAM ASY-SYAFII 

Penulis : Dr.Muhammad bin `Abdul Wahab al-`Aqil 
Penerbit : Pustaka Imam Syafii 
Ukuran : 17 x 24 cm 
Tebal : XX + 658 hal 

“...Apa saja yang Rasul berikan kepada kalian, terimalah. Apa saja yang Dia larang atas kalian, tinggalkanlah. Bertakwalah kalian kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya. (QS. al-Hasyr: 7) 
Buku Manhaj Aqidah Imam Asy Syafii ini mengupas tentang manhaj (metode) beraqidah seorang imam besar yang diikuti oleh jutaan orang di seluruh penjuru dunia dari kalangan Ahlus Sunnah wal Jama`ah, yaitu Imam Muhammad bin Idris asy-Syafi`i rahimahullah. Beliau juga dikenal sebagai pembela sunnah Nabi shallallaahu`alaihi wasallam dan salah satu imam madzhab yang empat. 

Buku Manhaj Aqidah Imam Asy Syafii ini sangat penting untuk dimiliki dan dibaca oleh kaum Muslimin, baik dia seorang khatib dan juru dakwah ataupun para penuntut ilmu dan orang awam, terlebih lagi di negeri kita yang mayoritas adalah pengikut madzhab Syafi`i. 

Hal ini penting agar kita mengetahui bagaimana sebenarnya ‘aqidah dan manhaj beliau dalam beragama. 
Selamat membaca buku Manhaj Aqidah Imam Asy Syafii. 

Harga Rp. 120.000,-
Berat 1200 gram

Sabtu, 21 Januari 2012

Meluruskan Sejarah Menguak Tabir Fitnah

Meluruskan Sejarah Menguak Tabir Fitnah 

Penulis : Al-Imam Ibnul Arabi 
Penerbit : Pustaka Sahifa 
Tebal : viii+406 hal. (HC) 
Harga Rp. 85.000,- 


Ibnu Saba`, seorang Yahudi yang berpura-pura masuk Islam, dengan tujuan untuk merusak Islam dari dalam, sebagaimana agama Nasrani juga pernah disusupi oleh seorang Yahudi yang pura-pura masuk Nasrani. Laki-laki terlaknat ini bergerak dalam kegelapan, menghimpun orang-orang munafik dan orang-orang dungu yang berbaur di tengah kaum Muslimin. Mereka inilah yang menyulut fitnah dan pemberontakan kepada khalifah Utsman bin Affan, bahkan berhasil membunuh beliau secara zhalim dan keji. Dan yang lancang membunuh beliau adalah si Yahudi itu, yang dikenal dengan kematian hitam. Dalam kekisruhan yang terjadi antara para sahabat besar : Ali bin Abi Thalib, Aisyah, az-Zubair bin al-Awwam, dan Thalhah bin Ubaidillah, si Yahudi dan kelompoknya itu pulalah yang mengobarkan peperangan di antara mereka. Begitu pula dalam benturan antara khalifah Ali dan Mu`awiyah, yang menewaskan banyak kaum Muslimin, orang durjana itu dan para pengikutnya, sekali lagi berada di balik peristiwa itu. Kelompok sempalan pertama dalam Islam adalah khawarij, dan salah satunya adalah golongan Syi`ah Rafidhah; keduanya tidak lepas dari andil si Yahudi tersebut. Ini adalah sebagian kecil dari fitnah yang terjadi di tengah generasi Islam terbaik itu, ditambah lagi dengan kesimpang-siuran yang disebabkan oleh penulisan sejarah oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Buku Meluruskan Sejarah Menguak Tabir Fitnah ini meluruskan catatan sejarah tentang pertikaian dan fitnah yang telah terjadi, sejak Rasulullah wafat hingga Masa Bani Umayyah. Selamat membaca!! 


Berat 650 gram

Sabtu, 27 Agustus 2011

Lau Kaana Khairan Lasabaquunaa Ilaihi

Lau Kaana Khairan Lasabaquuna Ilaihi

Penulis : Abdul Hakim bin Amir Abdat
Penerbit : Maktabah Mu`awiyah
Harga : Rp 70.000,-


Inilah sebuah risalah yang berbicara tentang sebagian dari KAIDAH-KAIDAH SYARA (AGAMA) yang masuk ke dalam bagian MANHAJ (cara beragama) yang sangat luas dan dalam sekali : "Kalau sekiranya perbuatan itu baik, tentulah para sahabat telah mendahului kita mengamalkannya"

Peganglah kuat-kuat kaidah yang besar dan agung ini, sehingga kita tidak akan mengerjakan sesuatu pun ibadah yang tidak pernah diyakini dan diamalkan oleh sahabat.

Patutlah kaidah yang besar ini dihafal oleh setiap muslim untuk menghancurkan berbagai macam bid`ah yang orang sandarkan dan masukkan ke dalma agama Allah yang mulia ini, Al-Islam. Seperti perkataan yang sering kita dengar ketika dikatakan kepada mereka dan dibawakan akan nash Al-Kitab dan Sunnah dan perkataan para Ulama, bahwa keyakinan yang mereka yakini atau perbuatan yang mereka lakukan itu bid`ah, mereka menjawab dengan jawaban yang lebih lemah dari sarang laba-laba, yaitu:

"Bukankah peringatan maulid, isra` mi`raj, nuzulul Qur`an, tahun baru hijriyyah itu satu perbuatan yang sangat baik yang di dalamnya terdapat peringatan dan pelajaran?"

"Bukankah dzikir jama`ah yang sekarang sedang marak-maraknya itu satu perbuatan yang sangat baik dalam rangka mengajak manusia untuk kembali berdzikir mengingat Allah?"

Maka jawablah wahai Ahlus Sunnah, dengan kaidah besar di atas yang patut ditulis dengan tinta emas. Katakan kepada mereka : kalau sekiranya perbuatan itu baik, tentulah para sahabat telah lebih dahulu mengamalkannya. Karena tidak ada satu pun amalan yang masuk ke dalam bagian ibadah yang tidak diamalkan oleh para sahabat radhiyallahu `anhum.

Minggu, 20 Maret 2011

Minhajul Muslim

Minhajul Muslim

Penulis : Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi
Harga : Rp.165.000,-
Deskripsi : xxxiii + 680 hal. (HC)
Kesempurnaan Islam tergambar dalam aturannya yang lengkap atas berbagai aspek kehidupan manusia tanpa melewatkan perkara yang kecil maupun yang besar. Pembahasan mengenai akidah, ibadah, akhlak maupun muamalah dapat kita temukan aturannya di dalam agama Islam. Hanya saja sedikit sekali orang yang mampu menggali nilai-nilai tersebut secara langsung dari dua sumber utama hukum Islam; Al-Qur’an dan Sunnah Rasul SAW. Namun demikian, tidak banyak dari para ulama yang menuangkannya secara lengkap dalam tulisan-tulisan mereka. Sering kali sebuah buku menjelaskan Islam hanya sebatas pada satu aspek saja, misalnya hanya aspek akidah atau fikih atau yang lainnya. Di sisi lain kita dapati sebuah buku membahas suatu permasalahan dalam tulisan yang panjang lebar bahkan hingga berjilid-jilid. Memang tidak mudah untuk menemukan satu karya tulis yang memberikan gambaran tentang ajaran Islam secara utuh dan menyeluruh namun ringkas. Buku yang ada di tangan pembaca ini merupakan satu dari sedikit karya tulis dalam bentuk ringkas yang menggambarkan ajaran Islam secara menyeluruh. Ditulis oleh seorang ulama besar yang tinggal di kota Madinah Saudi Arabia yang hingga saat ini masih aktif memberikan kajian-kajian dan ceramah-ceramah ilmiah di Masjid Nabawi. Hampir seluruh aspek agama dijelaskan dalam buku ini dengan merujukkannya kepada Al-Qur’an dan Hadits Nabi. Ditambah lagi, buku ini dikemas secara sistematis dengan gaya bahasa yang menarik dan mudah dipahami. Sehingga tidak heran jika buku ini telah dicetak berulang kali dalam edisi aslinya dan tersebar luas di banyak negara. Oleh karena itu, tidak berlebihan apa yang dikatakan oleh penulis buku ini di dalam mukadimahnya, bahwa buku ini merupakan panduan seorang muslim yang tidak layak jika tidak terdapat di dalam rumah setiap muslim. Selamat membaca.

Selasa, 02 November 2010

Manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama'ah dalam Tazkiyatun Nufus

Penerbit : Pustaka At-Taqwa
Penulis : Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Harga : Rp. 27.000,-



Resensi :

Tazkiyatun Nufus merupakan pembahasan yang penting dan merupakan tugas Nabi Muhamma Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Beliau diutus untuk membersihkan hati manusia, karena bila hati ini baik maka akan baik semuanya.

Oleh karenanya pembahasan tentang ini harus terus diulang-ulang, dikaji dan disampaikan dalam kajian-kajian dan tulisan dalam rangka saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran, sebab terkadang seseorang tidak mengetahui bahwa dirinya terjangkiti penyakit hati. Adapun orang yang dapat mengetahui bahwa ia terjangkit penyakit hati adalah para ulama. Merekalah tabib-tabib hati.

Buku ini mengupas tentang macam-macam hati, penyakit-penyakit hati, dan obat penyembuhnya menurut metode Ahlus Sunnah wal Jama'ah. Smoga Allah Ta'ala menjadikan hati kita sebagai hati yang hidup, bersih, sehat dan selamat. Amiin...

Jumat, 29 Oktober 2010

Ya Allah Ampuni Aku

Penerbit : Pustaka Imam Abu Hanifah
Penulis : Zainal Abidin Syamsudin
Harga : Rp 45.000,-

Resensi :

Manusia adalah makhluk yang selalu terancam oleh hawa nafsu dan syahwat yang mengintai dan siap menyeretnya ke kubangan maksiat. Lalu kita tahu cerita selanjutnya, yakni dosa terjadi dan penyesalan menumpuk.

Namun , kerap kita tidak tahu apa yang mesti kita perbuat saat kita ingin bertobat dan memutus rantai maksiat. Langkah apa yang pertama kali harus kita tempuh? Mungkinkah Tuhan menerima tobat kita?

Sementara di luar sana, manusia yang merasa suci gampang saja mencela dengan sombongnya, dan merendahkan sang pendosa - bukan sekedar membenci perbuatan dosanya. Padahal, mana yang lebih baik orang yang merasa kotor karena dosa dan ingin bertobat ataukah seorang ahli ibadah yang merasa bersih dan karenanya merasa berhak congkak terhadap si pembuat dosa?

Buku ini, Insya Allah, selain akan merabuk harapan di hati para pendosa yang igin bertobat dan menyajikan petunjuk rinci bertobat, juga akan membuka hati orang di sekitarnya agar bersikap lebih arif, rendah hati, dan tidak sok suci.

Minggu, 10 Oktober 2010

Bangga dengan Jenggot

Harga: Rp 20.000,-
Penerbit: Pustaka an-nabawi                
 PenuliS: Abu Ubaidah Yusuf bin muktar bin Munthohir as-Sidawi
 

Resensi :
“Pak Jenggot, Kambing kibas,jenggot naga,Teroris… dan seterusnya”Demikian sebagian gelar dan julukan yang biasanya harus diterima oleh orang yang berjenggot pada jaman sekarang ,karena memang orang yan berjenggot sangat asing sekali pada jaman sekarang ,baik dilingkungan masyarakat,tempat kerjanya,sekolahnya,bhkan mungkin ditengah keluarga!!.
Anehnya,masihbanyak suara sumbang dan syubhat yang keluar dari orang-orang yang dianggap alim mementahkan masalah ini,sehingga sering kita dengar omongan mereka:”Enggak usah kita memperbesar masalah yang kecil!!,”Perintah jenggot khusus bagi orang Arab!!”,Sekarang bukan jamannya berjenggot karena justru orang-orang kafir berjenggot…”. Dan seterusnya.
Buku yang ada dihadapan para pembaca adalah sebuah buku yang ditulis secara praktis dengan argumen-argumen yang bersumber dari Al-Qur’an,hadist dan penjesan para ulama tentang berbagai permasalahan seputar jenggot,dari berbagai sisinya,sebagai mana anda dapati sendiri.
Buku ini erupakan kumpulan dan nukilan dari kitab-kitab para ulama,khususnya tulisan tulisan yang membalas masalah jenggot seperti”Adillah Tahrim Halqi Lihyah”oleh Muhammad bin Ismail dan Al-Jami’fi ahkamil lihyah’ oleh Ali bi Ahmad ar-Rojihi,”Hukmul Din fil Lihyah wa Tadkhin”oleh Syaikh Ali bin Hasan al-Halabi,”Wujubu I’fai Lihyah.”oleh al-Kandahlawi, dan lain sebagainya.
Selamat Membaca…

Sabtu, 09 Oktober 2010

Isbal ?

Penerbit : At-Tibyan
Penulis  : Walid bin Muhammad Nabih
Harga : Rp. 16.000,-


Resensi :
Isbal?
Tahukah Anda Apa itu Isbal?
Sadarkah Anda jika Shalat Anda tidak diterima hanya gara-gara Isbal?
Benarkah Isbal diperbolehkan?
Tahukah Anda Isbal salah satu dari sifat Sombong?
Tips menghindari dari sikap Sombong

Saya tidak sombong! Demikianlah jawaban kebanyakan kaum muslimin apabila diingatkan tentang ujung celana atau kainnya yang menjulur melebihi kedua mata kaki. Bahkan mereka menuduh orang-orang yang mengingatkannya sebagai orang-orang yang berlebih-lebihan dalam masalah agama.
Ada juga sebagaian kaum muslimin yang beranggapan bahwa ujung celana harus setengah betis, jika tidak mereka adalah pelaku bid'ah yang nyata.
Benarkah pendapat di atas? Anda akan menemukan jawabannya dalam buku ini.
Dan masih banyak lagi yang bisa anda dapatkan dalam buku ini. Selamat membaca dan menikmati suguhan indah dari Syaikh Walid bin Muhammad Nabih ini.

Senin, 20 September 2010

Mengapa Memilih Manhaj Salaf?

Mengapa Memilih Manhaj Salaf?
Syaikh Salim B. 'Ied al-Hilali
Penerbit:
Pustaka Imam Bukhari
Harga : Rp. 25.000,-

Sesungguhnya umat Islam telah terdampar di persimpangan jalan, mereka hidup dalam kesengsaraan yang tidak pernah disaksikan oleh sejarah Islam walaupun telah berlalu banyak krisis dan bencana silih berganti pada saat-saat lemah dan jauh dari syari'at Allah 'Azza wa Jalla yang sebenar. Umat Islam kehilangan sebahagian besar dari negeri/wilayah, harta mereka, atau hidup dalam keadaan penuh kebimbangan, kegelisahan, ketakutan dan curiga.
Akan tetapi seseorang yang memahami sunatullah yang berkaitan dengan perubahan, tidak akan merasa hairan bahawa kekalahan akan kembali kepada musuh-musuh umat Islam. Perkara ini adalah sebagaimana yang disebutkan: "Kami adalah suatu kaum yang dimuliakan oleh Allah dengan Islam, maka ketika kami menginginkan kemuliaan kepada selain Islam, maka Allah 'Azza wa Jalla pun menghinakan kami."
Oleh sebab itu mereka bersegera memperbaiki diri, lalu mengenal-pasti punca penyakitnya ,dan sedar akan kelemahannya, kemudian mereka segera memulakan amalan yang merupakan asas perjalanan kembali kepada agama mereka, sehingga Allah menghilangkan kehinaan tersebut dari diri mereka dan kekuatan mereka semakin bertambah.
Buku yang berada di hadapan anda ini adalah merupakan sebuah tulisan yang menjelaskan titik sebenar kekuatan umat Islam. Kekuatan umat Islam hanya dapat dikembalikan dengan kembalinya umat Islam kepada agama Islam yang sebenar, tulin lagi sahih dari aspek dalil dan cara fahamnya. Setelah pelbagai penyimpangan yang berlaku di dalam cara beragama umat Islam masa ini, yang sehingga menjadikan mereka lemah selemah-lemahnya, malah dihinakan dengan rendah-serendah-rendahnya oleh musuh-musuh mereka. Umat Islam sepatutnya bangkit sedar bahawa diri mereka telah lemah disebabkan terlalu banyak meninggalkan ajaran agama mereka. Lebih parah, mereka sengaja menyelewengkan agama Islam yang pada asalnya adalah murni sebagai sumber kekuatan mereka. Pelbagai bentuk kepercayaan telah ditokok tambah ke dalam praktik keimanan (aqidah) mereka. Setelah itu, lahir pula kepelbagaian amalan ibadah yang tidak diketahui asal-usulnya daripada agama yang murni peninggalan Rasulullah. Maka, atas sebab itulah mereka akhirnya menyimpang disebabkan mengamalkan agama yang menyimpang, yang tidak lagi murni sebagaimana agama yang difahami oleh para Sahabat Rasulullah yang diredhai.
Jadi, buku ini mengajak anda membuka mata supaya segera kembali melihat apakah prinsip-prinsip Islam yang sebenar. Dari aspek aqidah dan amalan. Buku ini membentangkan berkaitan aspek pembinaan tatacara kefahaman terhadap agama yang bersumberkan al-Qur'an, as-Sunnah dan prinsip penerimaan para sahabat terhadap wahyu yang dibawa oleh Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam.
Imam Malik rahimahullah berkata: Tidaklah menjadi baik umat Islam itu melainkan dengan menjadi baiknya umat yang terdahulu (generasi para sahabat).

Sabtu, 17 Juli 2010

Kedudukan As-Sunnah dalam Syari'at Islam

Penulis : Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
Penerbit : Pustaka At-Taqwa
Harga : Rp 28.000

Segala puji bagi Allah Ta'ala yang telah menurunkan Al-Qur'an kepada Rasul-nya, Muhamamad shallallahu 'alaihi wa sallam dan memberikan hak serta wewnang kepada beliau untuk menjelaskan Al-Qur-an.Sehingga dengan Al-Qur-an dan as-Sunnah manusia mendapat petunjuk ke jalan yang lurus (ash-Shiraat al-Mushtaqiim)tidak ada jalan yang benar kecuali jalan Al-Qur-an dan As-Sunnah menurut pemahaman Salafush Shalih, mengamalkan keduanya, berdakwah mengajak unnat Islam untuk berpegang teguh kepada keduanya,serta konsekuen dan konsisten diatas keduanya.

Ummat Islam sejak zaman Nabi shallallahu 'alaihi wasallam meyakini bahwa As-Sunnah merupakan sumber ajaran Islam disamping Al-Qur-an.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda," Aku tinggalkan kepada kalian dua perkara,yang kalian tidak akan sesat selama kalian berpegang teguh kepada keduanya,yaitu Kitabullah dan Sunnahku.''(HR.AL-Hakim dan al-Baihaki).

Dalam buku ini penulis menjelaskan kedudukan As-Sunnah sebagai pembelaan terhadapnya yang selalu dirongrong oleh musuh-musuh Islam dan orang-orang kafir,munafik,ahlul bid'ah, kaum orientalis, dan para pengekornya.

Mudah-mudahan penjelasan dalam buku ini dapat difahami,diamalkan,dan bermanfaat bagi kaum muslimin.

Menghidupkan Sunnah Sunnah yang Terlupakan

PenulisHaifa binti Abdullah Ar-Rasyid
Penerbit : Pustaka Imam As-Syafii
Harga: Rp. 50.000,-
Ukuran : 13.5 X 15.5
Hal. : 361 halaman
Berat : 500 gr
Rasulullah Shalallahu'alaihi wasalam bersabda:
“Barang siapa menghidupkan salah satu sunnahku yang telah dimatikan, sesudahku (sesudah aku meninggal dunia), maka bagi orang tersebut pahala seperti pahala orang yang mengamalkannya, tanpa dikurangi sedikit pun dari pahala mereka.” (HR. At-Tirmidzi).

Rasulullah Shalallahu'alaihi wasalam wafat meninggalkan dua warisan yang berharga: al-Qur-an dan as-Sunnah. Orang yang berpegang teguh pada keduanya dipastikan tidak akan tersesat selamanya. Saat ini, tidak sedikit orang yang melupakan, bahkan mematikan sunnah beliau. Tidak hanya itu, mereka kemudian malah beralih pada tradisi dan adat istiadat yang justru tidak sesuai dengan syari‘at.

Buku ini ingin mengingatkan kita tentang sebagian sunnah Rasulullah Shalallahu'alaihi wasalam yang telah dilupakan oleh banyak orang. Baik itu sunnah yang berbentuk perkataan maupun perbuatan beliau. Dan, buku ini mengajak kita untuk kembali menghidupkan sunnah Rasulullah Shalallahu'alaihi wasalam sebagai bentuk komitmen cinta kita kepada Allah dan Rasul-Nya, yang menyuruh kita untuk mengikuti sunnah beliau.

Buku ini penting dibaca oleh ummat Islam yang kerap kali tidak tepat dalam menganggap sesuatu sebagai termasuk sunnah atau bukan. Mereka menganggap sesuatu sebagai sunnah, padahal bukan. Atau sebaliknya, menganggap bukan sebagai sunnah, padahal ia termasuk sunnah. Buku ini mem-beritahu kita mengenai hal ini.

Jumat, 16 Juli 2010

Mulia dengan Manhaj Salaf

Harga: Rp. 110.000
Penulis: Yazid Bin Abdul Qadir Jawaz
Penerbit: Pustaka At-Taqwa
Resensi:
Allah Yang Maha Mulia telah menurunkan kitab-Nya yang mulia melalui Malaikat Jibril ‘alaihis salam yang mulia, kepada Rasul-Nya yang mulia Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Dan sungguh, inilah jalan-Ku yang luru Maka ikutilah! Jangan kamu ikuti jalan-jalan (yang lain) yang akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu bertaqwa.” (QS. Al-An’am: 53).
Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan kepada umat Islam jalan yang mulia agar umat Islam menempuh jalan yang mulia, yaitu jalan yang telah ditempuh beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya radhiyallahu ‘anhum.
Jalan menuju kepada Allah hanya satu dan tidak bercabang, jalan itu lurus, jelas, terang, putih bersih dan tidak ada bercak-bercak syirik, bidah, khurafat, hizb, kelompok, golongan dan lainnya. Siapa saja yang menempuh jalan yang satu ini dia akar mendapat jaminan dari Allah Yang Maha mulia dan Rasul-Nya yang mulia, yaitu dia akan MULIA di dunia dan akan SELAMA di akhirat.
Oleh karena itu, wajib atas umat Islam untuk kembali kepada agama Islam yang mulia menurut pemahaman Salafush Shalih Umat Islam wajib mengikuti aqidah, keyakinan, manhaj, akhlak muamalah, dan cara beragama para Shahabat
radhiyallahu ‘anhum ajma’iin. Kita semua ingin mulia dan meraih kemenangan dan kejayaan dan yang paling penting kita semua ingin masuk SURGA. Mudah-mudahan kita diberikan taufik oleh Allah untuk menempuh jalan yang mulia ini dan istiqomah di atas Sunnah dar diwafatkan di atas Islam dan Sunnah dan dimasukkan ke Surga- Nya. Amin.